LAPAR.. MAKAN
Bagaimana bisa berpikir realistis ?
Jika imajinasi dalam fatamorgana hanya makan
Bagaimana dapat melakukan sesuatu ?
Jika kekuatan memerlukan energi dari mulut.
Lapar.. Makan.. Lapar.. Makan
Hanya itu yang dapat terpikirkan
Ketika perut semakin mengempis
Saat penghuninya berteriak seirama
Mengumandangkan derita yang dialaminya
Ingin menyelamatkan semuanya
Tapi terlalu bohong untuk terwujud
Saat peralatan menjadi tanda tanya besar
Dimana mereka ? Dimana peralatan itu ?
Peralatan itu ikut bercerita dalam kelam
Mereka sedihterkunci dalam ruang kosong
Berada pada deretan tak berpenghuni
Lapar.. Makan.. Lapar makan
Dua kata itu membuat sesak
Pada ruang yang jiwa sebut itu kamar
Pada kamar yang sunyi dan senyap
Hanya sekali alunan gemercik air
Yang seakan memberikan tanda duka
Pada perut yang terus saja mengempis
Komentar
Posting Komentar