Aku Sendiri
Aku sepi menggerutu; Digelangga batas api daya
Melangkah terseok hingga tak lagi gerak
Aku diam; dibatas kesunyian yang membelenggu
Tak ada lawan, tak ada kawan
Sendiri mengais pilu yang tiada kesudahan
Aku terikat; dimasa ini yang menilik masa lalu
Membisu, tanpa bisa menengok masa depan
Menyapa tujuan yang sudah lama pudar
Dihalang kewajiban pada surga ditelapak kakinya
Sementara kegaduhan diluar sana
Berbisik keras menggunjingkan masa depanku yang suram
Aku ingin tuli; tapi telingaku menolak
Aku ingin buta; tapi mataku terlalu enggan
Mereka ingin kuat menghadapi takdir pilu yang tiada ujung
Namun, hatiku menangis. Meratapi nasib yang semakin rumit
Aku; pada akhirnya sendiiri
(Pangkep, 23 September 2019 : Pukul 08.40 Wita)
Komentar
Posting Komentar