Itu Kataku.

Situasi mengirimku kembali pada satu titik
Pusat revolusi dimana aku memulai
Ku pikir semua akan mudah; itu teoriku
Tidak; semua masih terkesan kaku
Masih begitu; tak lagi ada yang berubah

Berkutat selama 7 tahun,
Membuatku semakin sadar; aku kembali pada titik yang sama
Berkawan derita, berteman dengan pilu
Dihujat derasnya air mata yang tak pernah ada habisnya
Tak kering selama itu tentangnya.

Caraku mengikutimu tak pernah akan sama; itu kataku
Selamanya kau tetap kau, dan aku tetap aku
Punya tujuan sama; proses yang berbeda
Kemarilah, bicarakan semuanya
Mungkin segelas kopi bisa menghangatkan kebekuan
Meski dingin sudah kian merambat
Entah hatiku yang kaku, atau kau yang terlalu dingin
Sama saja; itu kataku

Mencoba caramu bukan perkara mudah
Aku pun ingin; sungguh
Membiarkan tiap masalah yang datang
Lantas berlalu bersama waktu
Itu caramu; semakin ku coba semakin enggan aku terhindar
Kau diam; semua lenyap tersapu dengan keadaan
Aku diam; berita itu pada akhirnya menjadi boomerangku
Aku terluka; kau tak demikian
Konklusi payah menyambutku pada proses diam yg ku jalani
Mengerikan; aku berdiam. Mereka yang berkonklusi
Lalu, aku yang disalahkan. Begitulah; itu kataku.



(Pangkep, Selasa 01 Oktober 2019, pukul 02 09 Wita)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilikimu

Lantas, Kau Kembali

Di Ujung Labirin