Silahkan! Aku pasrah

Aku sepi yang menggeliat
Tiada ujung, berputar terus menerus
Berjalan tanpa menahu arah
Kaki melangkah pelan, hati tertinggal
Batin menderu..

Klise masa lalu mencuat perlahan
Menyiratkan potongan memori yang perlahan redup
Ku kira aku pernah bahagia, dahulu.

Saat ini,
Apalagi yang ku harap, sementara harapan sudah terkubur
Lenyap digerogoti takdir yang datang bersamaan
Tanpa ada rasa malu tuk mencekik..
Aku pasrah, itu saja.
Kalaupun Sang Pemilik jiwa memanggilku sekarang, silahkan.
Karena aku, tak lagi punya apa-apa.


(Pangkep, 31 Desember 2019, pukul : 16.08 Wita)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilikimu

Lantas, Kau Kembali

Di Ujung Labirin